Stok minimum bukan angka asal

Menetapkan semua produk ke stok minimum yang sama biasanya tidak membantu. Produk cepat laku, produk musiman dan produk dengan supplier lambat membutuhkan batas yang berbeda.

Mulailah dari dua data yang bisa diperiksa: rata-rata barang keluar per hari dan berapa lama supplier membutuhkan waktu sampai barang siap dijual kembali.

Rumus sederhana untuk memulai

Pendekatan sederhana adalah rata-rata penjualan harian dikalikan lead time supplier, kemudian ditambah stok pengaman yang masuk akal. Ini bukan ramalan sempurna, tetapi memberi sinyal kapan produk mulai perlu diperhatikan.

Contoh singkat

Sebuah produk rata-rata keluar 4 unit per hari dan supplier membutuhkan 5 hari. Kebutuhan selama lead time sekitar 20 unit. Bila Anda menambahkan stok pengaman 8 unit, batas pemeriksaan/restock awal dapat dimulai di sekitar 28 unit.

Angka tersebut tetap perlu dibandingkan dengan kondisi fisik, kapasitas penyimpanan dan umur produk.

Stok minimum adalah alarm operasional, bukan angka yang otomatis berarti “harus beli sebanyak mungkin”.

Kenapa kartu stok tetap penting

Angka stok akhir saja tidak menjelaskan mengapa stok berubah. Kartu stok membantu memeriksa apakah perubahan berasal dari order, edit order, refund, restock atau koreksi manual.

Jika stok minimum memberi alarm tetapi histori movement tidak jelas, tim tetap akan kesulitan menentukan apakah benar perlu restock atau ada kesalahan pencatatan.

Jangan kejar stok tinggi untuk semua produk

Stok terlalu sedikit berisiko kehilangan penjualan, tetapi stok terlalu banyak mengikat uang dan ruang. Prioritaskan produk yang bergerak cepat atau supplier-nya membutuhkan lead time panjang, lalu evaluasi berdasarkan data aktual.

Lihat bagaimana workflow ini dipakai di berbagai jenis bisnis →

Coba alurnya dengan satu order asli

RekapLive membantu menghubungkan order, stok, pembayaran, pelanggan, kas dan pekerjaan tim tanpa memaksa Anda pindah kanal jualan.

Mulai Trial